Buat seluruh siswa/siswi SMA Xaverius Yang mengenal aku salam perpisahandan selamatbelajar, kalian masih harus berjuang agar suses di SMA Xavepa yang kita cintai sedangkan aku harus berpisah karena terasa sudah capek mengabdi di dunia pendidikan sebagai guru.38 tahun bukan waktu yang singkat dari November 1976 aku meninggalkan kota Yogyakarta dengan naik bus Damri menuju Kota Lubuk Linggau karena dipanggil oleh Yayasan Xaverius Palembang untuk mengajar di sana. Seiring dengan perkembangan jaman dan tuntutan profesi aku memaksa diri harus belajar lagi di kkota kelahiranku yakni Juni 1982 sampai dengan tahun 1986 aku dinyatakan lulus jenjang S1. Tahun 1988 tepatnya tanggal 10 bulan Agustus aku dipanggil untuk menjadi guru di SMA Xaverius dan tanggal mulai tugas dihitung per 1 September 1988.Waktu yang begitu lama sudah akuhabiskan di dunia pendidikan dengan berbagai suka dan duka tetapi lebih banyak sukanya daripada dukanya. Suka karena dapatditerima oleh orang-orang disekitarnya baik sesama guru maupun para siswa.Sedih karena secara material profesi guru waktu itu sampai sekarang secara finansial kurang menjanjikan kesejahteraan hidup.Apalagi setelah dinyatakan pensiun oleh yayasan Xaverius Tanjungkarang, akumasih diperbantukan di sekolah dan sampai saat ini sudah aku jalani satu setengah tahun,rupanya sudah capek mau aku mohon berhenti dan alhandulilah dikabulkan.Untuk kelas XIIPS 1-3 pak Ambros mohon maaf jika ada kesalahan ucapan atau tutur kata, sikap atau perbuatan yang menjadikan kalian tidak suka, tetapi dalam hati kecil ingin membantu agar kalian berhasil dan lihat hasil raport-mu berhasilkan ? selamat ya ! Juga untuk kelas X MIA maupun IIS, maaf Ya ? semoga guru pengganti yang akan datang baik lebih bagus dan perhatian. Akhir kata ku ucapakan selamat berjuang.
Senin, 16 Juni 2014
Rabu, 04 Juni 2014
Senin, 02 Juni 2014
KEPRIHATINAN YANG MENDALAM
SYARAT KENAIKAN KELAS KELAS XI IPS
1. Mata pelajaran khas jurusan harus tuntas; untuk IPS sosiologi, Geografi dan Ekonomi
2. Mata pelajaran tidak tuntas maksimal 3 selain mata pelajaran jurusan.
Kepada kelas XI IPS 1-3 berpikirlah sejenak ! sungguh mencengangkan hasil Ulangan Umum yang sudah berlalu hanya 10 % yang berhasil padahal ....... terlalu.
SYARAT KENAIKAN KELAS KELAS XI IPS
1. Mata pelajaran khas jurusan harus tuntas; untuk IPS sosiologi, Geografi dan Ekonomi
2. Mata pelajaran tidak tuntas maksimal 3 selain mata pelajaran jurusan.
Kepada kelas XI IPS 1-3 berpikirlah sejenak ! sungguh mencengangkan hasil Ulangan Umum yang sudah berlalu hanya 10 % yang berhasil padahal ....... terlalu.
Senin, 05 Mei 2014
MULTIKULTURALISME
|
S
|
udah dikenal dan
kerap kali disebut bahwa masyarakat Indonesia termasuk kategori masyarakat
majemuk dan multikulturl. Masyarakat yang terdiri dari banyak suku bangsa dengan
beragam kelompok budaya yang satu sama lain berbeda. Pada materi yang terdahulu
sudah dibahas tentang faktor-faktor kemajemukan ini, dan pada kesempatan ini
kita akan fokus pada pemahaman konsep tentang multicultural dan multikulturalism,
faktor yang mempengaruhi atau mendorong perlunya multikulturalisme, berbagai
hambatan yang sering dihadapi dalam menjunjung konsep multikulturalisme,
realitas masyarakat Indonesia yang terdiri dari kelompok-kelompok, serta
bagaimana mewujudkan masyarakat multikultural.
Pengertian multikultural dan multikulturalisme.
Multikultural dapat
dipahami atau dimengerti sebagai masyarakat yang terdiri atas beragam kelompok
sosial dengan sistem norma dan kebudayaan yang berbeda-beda (Maryati,2012).
Bentuk masyarakat modern yang anggotanya terdiri atas berbagai golongan, etnis,
agama dan budaya yang hidup bersama-sama
dalam wilayah yang sama dan mereka saling berhubungan satu sama lain dalam
lingkup nasional bahkan internasional. Multikultural adalah wacana yang
memberikan pengakuan atas adanya
banyak kelompok etnis, golongan dan budaya yang berbeda dalam suatu wilayah
Negara. Konsep multicultural memaknai perbedaan sebagai suatu kerangka kerja
yang ada di dalamnya untuk menghargai banyak kelompok yang memiliki sifat khas
tentang kelompok mereka. Pandangan demikian memberikan kerangka berpikir yang
bersifat toleran terhadap berbagai
perbedaan diantara mereka yang tinggal pada suatu Negara. Suroso (2008), mengatakan bahwa perbedaan itu merupakan rahmat dari
Tuhan yang harus dihormati dan didukung keberadaannya bukan untuk dihancurkan.
Selanjutnya Ia mengatakan bahwa perbedaan itu tidak mungkin disamakan,
menghilangkan perbedaan berarti menghilangkan hakikat kehidupan itu sendiri.
Bagi Indonesia berbedaan-perbedaan dalam masyarakat memberikan makna atau nilai
yang harus diberikan tempat tersendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Multikulturalisme adalah
suatu paham yang mendasarkan pada multikultural, yaitu memandang perbedaan
sebagai sesuatu yang kodrati,
menghargai manusia sederajad dan
semartabat dengan keunikan dan kekhasan masing-masing. Multikulturaisme
mengkritisi pandangan politik identitas,
yaitu politik yang didasarkan pada identitas tertentu misalnya warna kulit,
identitas agama dan sukuisme. Multikultural juga menghargai manusia sebagai
makhluk yang bersahabat dengan kelompok lain, berteman dengan sesamanya (homo
socius), manusia membangun budayanya bersama-sama secara universal.
Multikultural memperbaiki efek negatif dari etnosentrime dan sikap stereotype. Perbedaan dalam masyarakat multicultural atau masyarakat majemuk
berdemensi horizontal artinya bukan bersifat strultual. Ada sedikit berbedaan
konsep antara masyarakat multicultural dengan masyarakat majemuk. Kemajemukan
lebih menitikberatkan pada keberagamannya
(etnis dan budaya), sedangkan multicultural lebih menekankan pada kesetaraan, kesederajadan martabat
manusianya. Misalnya pekerjaan apapun itu ditinjau dari kemanusiaan adalah
sederajad, coba pikirkan andai kata semua menjadi birokrat, atau semua menjadi
ilmuwan atau semua menjadi pegawai, apa jadinya masyarakat ini ? Semua
pekerjaan dibutuhkan sesuai dengan fungsinya.
Ciri masyarakat majemuk
Menurut Pierre L. Van den Berghe mengemukakan karakteristik masyarakat
majemuk:
1. Terjadi segmentasi ke dalam bentuk-bentuk kelompok subkebudayaan yang berbeda satu dengan yang lain.
2. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer (tidak saling melengkapi).
3. Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggota-anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar
4. Secara relatif seringkali mengalami konflik di antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain
5. Secara relatif, integrasi sosial tumbuh di atas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan dalam bidang ekonomi
6. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok lain
1. Terjadi segmentasi ke dalam bentuk-bentuk kelompok subkebudayaan yang berbeda satu dengan yang lain.
2. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer (tidak saling melengkapi).
3. Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggota-anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar
4. Secara relatif seringkali mengalami konflik di antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain
5. Secara relatif, integrasi sosial tumbuh di atas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan dalam bidang ekonomi
6. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok lain
Ciri lain
dikemukakan oleh Clifford Gertz,
masyarakat terbagi-bagi ke dalam sub-subsistem yang kurang lebih berdiri
sendiri-sendiri dan masing-masing sistemnya terikat ke dalam oleh ikatan-ikatan
yang bersifat primordial. Furnivall
menyebutkan masyarakat majemuk kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat
secara keseluruhan, kurang memiliki homogenitas kebudayaan, bahkan kurang
memiliki dasar-dasar untuk saling memahami satu sama lain.
Suasana Kehidupan Masyarakat Indonesia ng berlandaskan pada kebudayaan budaya suku bangsa . Gambar disamping merupakan contoh aktivitas sosial budaya yang bercorak kedaerahan.
|
ya
|
Keberagaman
masyarakat dapat diketahui dari bermacam-macam corak budaya, adat istiadat ,
hasil budaya seperti peralatan rumah tangga, bentuk dan perkembangan budaya
serta struktur masyarakatnya. Ada tiga golongan kebudayaan yaitu : kebudayaan
suku bangsa atau disebut kebudayaan daerah, kebudayaan umum lokal dan
kebudayaan nasional. Ketiga golongan kebudayaan tersebut menjadi landasan bagi
corak pranata sosial, mewarnai corak dari berbagai situasi sosial yang secara
keseluruhan dapat menjadi suasana kehidupan sosial suku bangsa, suasana umum
lokal dan suasana nasional. Suasana suku
bangsa merupakan perwujudan kegiatan masyarakat suku bangsa yang
berlandaskan pranata yang bersumber dari kebudayaan daerah, misalnya suasana
kehidupan keluarga, hubungan kekerabatan, upacara ritual dan keagamaan. Dalam
interaksi sosial para pelakunya menggunakan identitas yang sesuai dengan status
dan peranan yang ada dalam kebudayaan suku bangsanya. Suasana umum lokal merupakan
perwujudan kegiatan masyarakat majemuk, masyarakat yang terdiri dari dua atau
lebih suku bangsa. Kehidupan dalam masyarakat majemuk berdasarkan pranata
sosial yang bersumber dari kebudayaan suku bangsa yang berlaku setempat yang
juga dipengaruhi oleh kebudayaan lain dan kebudayaan nasional, misalnya masyarakat
kota. Suasana nasional, identitas
yang digunakan oleh para pelakunya dalam berinteraksi bersumber pada sistem
penggolongan dan peranan yang ada dalam kebudayaan nasional.
Faktor yang mempengaruhi perlunya penerapan konsep masyarakat
multicultural.
Menurut Tilaar (dalam Maryati,2012) ada tiga alasan perlunya
multikulturarisme.
Pertama isu HAM, yaitu penghargaan kepada hak-hak dasar manusia. Pada dasarnya
manusia sama , tidak dibenarkan perlakuan tidak adil terhadap orang atau
golongan yang memiliki perbedaan. Masyarakat dan Negara harus dapat menjamin
hak setiap warganya dan menghargai perbedaan. Kedua globalisme, adalah faham mengenai kesetaraan antarkeragaman budaya
yang terdapat di dunia.
Ketiga proses demokratisasi, adalah proses pengakuan dan penghargaan yang
besar terhadap keragaman dan perbedaan.
Beberapa kenyataan yang menghambat paham
multicultural, antara lain :
1. Pengakuan terhadap budaya sendiri yang berlebihan, dan merasa budaya
sendiri paling baik atau superior dan yang lain rendah atau inferior. Misalnya
pada jaman colonial, penjajah menganggap budayanya lebih tinggi dari budaya
kaum pribumi.
2. Pertentangan antara budaya Barat dan Timur. Ada anggapan bahwa
budaya barat itu progresif dan dinamis sedangkan budaya timur kurang dinamis, akibatnya
timbul kesan Eropa-sentris terjadilah westernisasi. Masyarakat berkiblat ke
barat-baratan.
3. Pluralisme budaya dianggap sebagai sesuatu yang eksotis dan bukan
sebagai budaya yang memiliki kekhasan yang harus dihargai.
4. Pandangan yang paternalistis. Masih ada pandangan yang menimbulkan
bias kaum perempuan. Status perempuan dianggap sebagai sesuatu yang minor dan
disubordinasikan dari peran laki-laki.
5. Mencari apa yang disebut indigenous culture, yaitu mencari
sesuatu yang dianggap asli.
6. Pandangan negatif penduduk asli dengan orang asing yang dapat
berbicara dengan budaya penduduk asli. Tidak suka orang asing mempelajari
budayanya.
Senin, 03 Maret 2014
Kelompok Sosial
Kenyataan bahwa manusia itu hidup bersama di dalam masyarakat, hampir tidak ada manusia yang mampu untuk hidup sendiri tanpa pertolongan orang lain. manusia memiliki naluri untuk hidup bersama dengan orang lain (gregariousness). Kemampuan orang secara pribadi sangatlah terbatas, katakan saja pakaian yang kita gunakan adalah hasil kerja orang lain, makanan yang kita santap juga ada campur tangan orang lain walaupun tidak secara langsung. Intinya manusia hidup membutuhkan orang lain, karena manusia adalah makhluk sosial dan manusia hidup berkelompok. Marilah kita pelajari bersama bagaimana kelompok sosial itu terbentuk dan tidak semua kumpulan orang dapat disebut sebagai kelompok. tentu saja ada beberapa syarat agar kumpulan manusia itu dapat disebut kelompok, seperti definisi berikut mengatakan bahwa kelompok adalah sejumlah orang yang berinteraksi secara bersama-sama dan mereka memiliki kesadaran keanggotaan yang didasarkan pada kehendak perilaku yang disepakati. Lebih lanjut bacalah materi di kumpulan bahan ajar .
ULANGAN TENGAH SENESTER
Materi untuk kelas XI IPS tentang Kebudayaan dan Kelompok Sosial.
Materi untuk PPKn kelas X : Hubungan Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah.
ULANGAN TENGAH SENESTER
Materi untuk kelas XI IPS tentang Kebudayaan dan Kelompok Sosial.
Materi untuk PPKn kelas X : Hubungan Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah.
Rabu, 11 Desember 2013
HAM
Indonesia merupakan salah satu negara yang sudah menerapkan Hak Asasi Manusia berdasarkan pada norma-norma, dan kaidah-kaidah sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. walaupun semuanya sudah diatur dengan baik, tetapi dalam masyarakat kita sering masih terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, antara lain masyarakat sering main hakim sendiri dalam menangani masalah. seseorang babak belur dihajar masa karena kedapatan akan mencuri HP.milik seorang mahasiswi di sebuah jalan menuju kampus.
Tugas : 1. menurut kamu pantaskah seseorang dihajar hampir mati karena kedapatan akan mencuri HP ?
2. Mengapa masyarakat cendrung suka main hakim sendiri.
3.dari sisi HAM apa yang perlu diperbaiki ?
4.Apakah hak asasi manusia di indonesia sudah memadai ?
5.Berikan saran bagaimana caranya agar masyarakat tidak lagi berbuat main hakim sendiri ?
Tugas : 1. menurut kamu pantaskah seseorang dihajar hampir mati karena kedapatan akan mencuri HP ?
2. Mengapa masyarakat cendrung suka main hakim sendiri.
3.dari sisi HAM apa yang perlu diperbaiki ?
4.Apakah hak asasi manusia di indonesia sudah memadai ?
5.Berikan saran bagaimana caranya agar masyarakat tidak lagi berbuat main hakim sendiri ?
Kamis, 05 Desember 2013
INFO BARU
ANDA DAPAT MELIHAT HASIL ULANGAN PPKn KELS 10 MIPA/IPS KLIK LAMAN PENGUMUMAN. DOWNLOAD FILE-nya
Langganan:
Postingan (Atom)