Konon ceritanya dalam legenda ada tokoh bernama Ajisaka. Ia mempunyai dua orang abdi bernama Dora dan Sembada. Ajisaka menitipkan pusaka berupa keris kepada Sembada yang harus dijaga dengan baik, tidak boleh ada orang yang akan ngambil kecuali Ajisaka sendiri. Sembada patuh dan setia dengan tugas tersebut. Suatu hari Ajisaka mengutus Dora untuk mengambil keris tersebut dari tempat Sambada, tentu karena sangat setia dan takut keris tidak diberikan kepada Dora. Terjadilah perselisihan dan perang antar sesama abdi tersebut. Keduanya sama-sama sakti dan keduanya sama-sama mati dalam perkelahian itu. Mengetahui hal tersebut Ajisaka sangat menyesal satu sisi ia memuji kesetiaan Sembada sisi lain ia mengutus Dora untuk mengambil keris. Dora dan Sembada tidak ada yang mau mengalah karena merasa benar. Maka untuk menghormati kedua abdinya itu Ajisaka menuliskan aksara Jawa itu dengan cerita kematian di abdinya.
1.ha na ca ra ka
Artinya ana utusan atau orang yang diberi tugas atau mandhat.
2.da ta sa wa la
Artinya ana kekerengan atau perkelahian
3.pa dha ja ya nya
Artinya padha digdayane atau sama-sama ampuh.
4. ma ga ba tha nga
Artinya padha dadi bathang atau keduanya mati, bathang itu mayat
Nilai filosofi yang dapat diambil dari sini adalah nilai kesetiaan dan pengabdian. Amanah yang diberikan baik dari Tuhan, dari masyarakat dan orang tua harus dijaga dengan baik dan tidak tergoyahkan oleh pengaruh apapun walaupun sampai harus mati.