Senin, 11 Maret 2013

KUASA TUHAN

Orang2 sekampung Yesus tidak percaya pada sabda dan karya Yesus. Mereka sulit menerima kenyataan sang anak tukang kayu itu bisa bersabda dengan penuh kuasa dan melakukan aneka mukjijat dalam karyaNya. Namun sang pegawai istana justeru sangat percaya pada sabda dan karya Yesus. Ia percaya bahwa Yesus mampu menyembuhkan anaknya yang sedang sakit. Yesus pun mengalihkan kasihNya pada orang itu. Ia dengan leluasa mewujudkan perutusan Bapa. Dengan kuat kuasa-Nya, Dia menyembuhkan anak pegawai tersebut. Rahmat Tuhan menjadi sangat efektif pada mereka yang percaya, bukan pada mereka yang bertetangga atau yang dekat bahkan yang punya hubungan darah.

Kamis, 07 Maret 2013

KRITERIA KELULUSAN UJIAN TINGKAT SMA TP.2012/2013


KELULUSAN DARI SATUAN PENDIDIKAN

Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan oleh satuan pendidikan berdasarkan rapat Dewan Guru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan;
c. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
d. lulus Ujian Nasional

KELULUSAN UJIAN NASIONAL

1. Peserta didik dinyatakan lulus US/M SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai S/M.

2. Nilai S/M sebagaimana dimaksud pada nomor 1 diperoleh dari:
    gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 3, 4, dan 5 untuk SMA/MA, dan SMALB dengan pembobotan 60% untuk nilai US/M dan 40% untuk nilai rata-rata rapor.

3. Kelulusan peserta didik dari UN ditentukan berdasarkan NA. 

4. NA sebagaimana dimaksud pada butir nomor 3 diperoleh dari gabungan Nilai S/M dari mata pelajaran yang diujikan secara nasional dengan Nilai UN, dengan pembobotan 40% untuk Nilai S/M dari mata pelajaran yang diujikan secara nasional dan 60% untuk Nilai UN.

5. Pembulatan nilai gabungan nilai S/M dan nilai rapor dinyatakan dalam bentuk dua desimal, apabila desimal ketiga ≥ 5 maka dibulatkan ke atas.

6. Pembulatan nilai akhir dinyatakan dalam bentuk satu desimal, apabila desimal kedua ≥ 5 maka dibulatkan ke atas.

7. Peserta didik dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata dari semua NA sebagaimana dimaksud pada butir nomor 5 mencapai paling rendah 5,5 (lima koma lima) dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0 (empat koma nol).


Minggu, 03 Maret 2013

Sikap Positif Terhadap Konstitusi Negara

Indonesia adalah negara hukum yakni segala permasalahan yang terjadi dalam kehidupan bermsyarakat, berbangsa dan bernegara harus didsarkan pada hukum yang berlaku. Hukum yang merupakan aturan normatif bersumber dari konstitusi negara yakni UUD 1945. UUD 1945 sebagai landasan hukum penyelenggaraan negara Indonesia bersifat mengikat atau memaksa yang mempunyai fungsi membatasi kekuasaan pemerintahan sedemikian rupa agar tidak terjadi kesewenang-wenangan dan juga melindungi hak asasi manusia. Betapa pentingnya konstitusi negara, maka sudah sepantasnya dan seharusnya setiap warga negara memilki sikap positif terhadap konstitusi negara Republik Indonesia.
Bentuk skap positif terhadap konstitusi negara dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dalam masyarakat dalam lingkungan bangsa dan negara.
Beberapa contoh sikap positif terhadap konstitusi atara lain :
Sikap terbuka, yaitu menyatakan apa adanya berasarkan apa yang dilihat, didengar dirasakan dan dilakukan. Sikap transparansi seperti ini sangat penting untuk menghindari saling curiga yang akan berdampak pada kesalahfahaman.
Mampu mengatasi masalah, yaitu mampu dan mau mengatasi persoalan dengan bertanggung jawab serta bijak sana; mau dikritik dan mau membangun diri serta mampu menciptakan iklim dan suasana yang baik dalam menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Menyadari adanya perbedaan, sadar bahwa bangsa iIndonesia adalah bangsa yang multikultural, multi etnik dan bermacam ragam dalam adat dan kebiasaan. Perbedaan ini harus diterima sebagai suatu kekayaan. Kita harus mampu menemukan persamaan sehingga terwujud suatu kesatuan yang utuh sebagai bangsa besar.
Memiliki harapan yang realistis, artinya setiap warga negara sesuai dengan statusnta dapat berharap terpenuhinya hak-hak dan kewajiban. Kita mempunyai harapan untuk hidup makmur sejahtera sesuai dengan yang dicita-citakan bersama dan tertuang dalam UUD 1945, namun demikian harapan itu harus realistis karena adanya keterbatasan-keterbatasan.
Menghargai karya bangsa sendiri. Kita  mestinya kita harus bangga dengan hasil karya bangsa sendiri. Bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang sanggup menghargai cipta, rasa dan karsa yang menghasilkan karya. Bagaimana kita akan dihargai oleh bangsa lain jika kita tidak mampu menghagai karya bangsanya sendiri ? Permenungan : Bagaimana penerapan sikap positif terhadap konstitusi negara Indonesia dalam kehidupan sehari-hari sebagai siswa ? 

Senin, 15 Oktober 2012

SARJANA: TUGAS SOSIOLOGI

SARJANA: TUGAS SOSIOLOGI: Mata Pelajaran  : Sisiologi Kelas XII  Program IPS Materi : DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT INDONESIA wacana Sejara...

Rabu, 26 September 2012

TUGAS SOSIOLOGI


Mata Pelajaran  : Sisiologi
Kelas XII  Program IPS

Materi : DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT INDONESIA

wacana
Sejarah mencatat bahwa peradaban umat manusia berkembang terus dari tahap yang paling sederhana menuju tahap yang semakin maju dan sempurna. Tidak ada satu masyarakat pun di dunia ini yang berhenti tidak berubah, artinya semua mengalami perubahan terus menerus baik secara linier maupun dengan pola siklus. Penemuan-penemuan baru, perubahan alam, perkembangan penduduk, perang dan konflik-konflik social, pengaruh budaya masyarakat lain menjadi faktor perubahan. Lambat dan cepatnya perubahan masyarakat tergantung pada unsur-unsur masyarakat yang mendorong maupun menghambat perubahan. Masyarakat yang masih sangat tradisional, masyarakat yang tertutup, masyarakat yang sudah merasa mapan dengan adat dan kebudayaannya sehingga selalu berprasangka terhadap hal-hal baru mereka pasti sulit berubah, sebaliknya masyarakat yang terbuka terhadap pembaharuan, percaya pada ilmu pengetahuan, berpikiran rasional berani terhadap tantangan , mereka adalah masyarakat yang mudah berubah.
Perubahan masyarakat Indonesia direncakan, terprogram melalui program-program Pembangunan Nasional yang lakukan melalui modernisasi. Ada beberapa lembaga  yang digunakan untuk saluran perubahan antara lain organisasi keagama, organisasi pendidikan, organisasi politik, organisasi ekonomi dan organisasi hukum.  Modernisasi berarti merubah pola piker masyarakat dari pola piker tradisional menjadi modern. Status sosial bukan lagi didasarkan keturunan tetapi atas dasar prestasi kerja, hubungan kekeluargaan berubahan menjadi hubungan kontrak, pikiran-pikiran yang berbau magis, cenderung menjadi realistis dan rasional.
Dalam era modern seperti sekarang yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat,  masyarakat mudah sekali mengakses informasi dari manapun berasal melalui media cetak dan elektronik. Proses persebaran informasi yang mendunia ini masyarakat menyebutnya dengan globalisasi. Dalam era globalisasi informasi dunia seolah-olah transparan karena smua unsure baru mudah dilihat, bahkan dilihat dari ruang tertutup sekalipun. Dalam ruang tertutup orang dapat berkelana menelusuri dunia maya, semua yang dinginkan hampir ada di dunia maya tersebut.
Dari uraian tersebut di atas tersirat tiga hal yaitu pertama  masyarakat ( termasuk Indonesia) terus berubah dan perubahan itu keharusan jika masyarakat ingin maju. Kedua modernisasi adalah proses yang dilalui masyarakat Indonesia untuk perubahan dan ketiga dibarengi dengan proses globalisasi.
Fakta
Masyarakat Indonesia yang masih dalam tahap peralian dan perkembangan dari masyarakat yang berkarakter tradisional menuju masyarakat modern, tentu menghadapi resiko sebagai konsekuensi logis dari perubahan. Bagi masyarakat yang dapat mengikuti perubahan mereka mengalami penyesuaian dan tejadilah integrasi, tetapi sebagian masyarakat kurang bahkan tidak mampu menyesuaikan diri maka terjadilah disintegrasi dan disorganisasi. Dari latar belakang proses penyesuaian inilah perubahan sosial dapat menimbulkan dampak baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. Dampak positif antara lain terbentuknya nilai dan norma baru dalam masyarakat, sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional. Tingkat kehidupan masyarakat mengalami peningkatan, yakni dapat dilihat dari system teknologi yang mempermudah pekerjaan, meningkatkan efisiensi dan efektifitas, terciptanya lapangan kerja baru. Masyarakat tidak lagi terkungkung dalam adat istiadat yang terkesan kuno. Dengan perubahan pola pikir struktur masyarakat pun menjadi lebih terbuka.
Kegagalan masyarakat dalam penyesuaian terhadap perubahan akan berdampak negatif, antara lain munculnya krisis multidimensional yang meliputi ekonomi, moral, kepercayaan, krisis iman, krisis bidang politik, munculnya konfik secara horizontal maupun vertikan, disorganisasi nilai dan norma, gaya hidup yang kebarat-baratan, kesenjangan sokial ekonomi, ketimpangan budaya (cultural lag), guncangan budaya (cultural shock), merosotnya nilai gotong royong yang merupakan nilai luhur bangsa, kriminalitas, masalah-masalah generasi muda.
Berkaitan dengan modernisasi dan globalisasi, anak muda adalah golongan yang mudah menyesuaiakan tetapi mereka belum memiliki basis moral yang kuat, maka ini merupakan titik rawan yang harus diperhatikan baik oleh orang tua maupun para pendidik di sekolah. Terkait dengan masalah anak muda yang terkena dampak langsung dari perubahan terwujud dalam bentuk delinkuensi anak-anak, misalnya kebut-kebutan yang tergabung dalam cross boy dan cross girl yang tidak disenangi oleh masyarakat. Perkelahian pelajar (tawuran) yang juga meresahkan masyarakat dan sekolah. Dekadensi moral seperti sex bebas, homoseksual dan sejenisnya. Semua permasalahan tersebut tidak lepas dari pengaruh perubahan sosial dan budaya yang terlalu cepat di satu sisi dan kurang siapnya masyarakat di sisi lain.
   

dekadensi moral remaja 
  
                                                  ketimpangan budaya                                            
     TUGAS  YANG HARUS DIKERJAKAAN :
Beberapa pertanyaan untuk diskusikan :
Apakah perubahan masyarakat melalui modernisasi dan arus globalisasi yang deras menimbulkan dampak dalam masyarakat?
Apa sajakah dampak dari perubahan tersebut ?
Adakah solusi untuk meminimalis munculnya dampak negatif yang tidak diinginkan ?
Bagaimana cara mempertahankan jati diri bangsa dalam era modern dan globalisasi ?

Kerjakan dalam kelompok belajarmu , masing-masing 5 orang !  berikan komentar!

Selasa, 18 September 2012

TMT KELAS XII.IPS

TUGAS MANDIRI TERSTRUKTUR

RABU 19 SEPT.2012
MATA PELAJARAN  : SOSIOLOGI
PENDAMPING          : PAK AMBROS

HARI INI KALIAN BEKERJA MANDIRI DENGAN MENYELESAIKAN TUGAS UNTUK UJI KOMPETENSI 3 DAN MENCOBA SOAL LATIHAN ULANGAN HARIAN HALAMAN 16 -21 DAN SETELAH SELESAI DIPERIKSA UNTUK MENGETAHI HASILNYA.

MINGGU DEPAN DIPERSIAPKAN TOPIK TENTANG DAMPAK PERUBAHAN.
COBA KAMU LAKUKAN PENGAMATAN DI SEKITAR LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL ANDA DAN CATATLAH KALAU PERLU DIPOTRET .