Orang2 sekampung Yesus tidak percaya pada sabda dan karya Yesus. Mereka sulit menerima kenyataan sang anak tukang kayu itu bisa bersabda dengan penuh kuasa dan melakukan aneka mukjijat dalam karyaNya. Namun sang pegawai istana justeru sangat percaya pada sabda dan karya Yesus. Ia percaya bahwa Yesus mampu menyembuhkan anaknya yang sedang sakit. Yesus pun mengalihkan kasihNya pada orang itu. Ia dengan leluasa mewujudkan perutusan Bapa. Dengan kuat kuasa-Nya, Dia menyembuhkan anak pegawai tersebut. Rahmat Tuhan menjadi sangat efektif pada mereka yang percaya, bukan pada mereka yang bertetangga atau yang dekat bahkan yang punya hubungan darah.
Senin, 11 Maret 2013
Kamis, 07 Maret 2013
KRITERIA KELULUSAN UJIAN TINGKAT SMA TP.2012/2013
KELULUSAN DARI SATUAN
PENDIDIKAN
Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan oleh
satuan pendidikan berdasarkan rapat Dewan Guru dengan menggunakan kriteria
sebagai berikut:
a.
menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b.
memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran
kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran
kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok
mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan;
c. lulus
ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
teknologi; dan
d. lulus
Ujian Nasional
KELULUSAN UJIAN NASIONAL
1.
Peserta didik dinyatakan lulus US/M SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK
apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh
satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai S/M.
2. Nilai
S/M sebagaimana dimaksud pada nomor 1 diperoleh dari:
gabungan antara nilai US/M dan nilai
rata-rata rapor semester 3, 4, dan 5 untuk SMA/MA, dan SMALB dengan pembobotan
60% untuk nilai US/M dan 40% untuk nilai rata-rata rapor.
3. Kelulusan peserta
didik dari UN ditentukan berdasarkan NA.
4. NA sebagaimana
dimaksud pada butir nomor 3 diperoleh dari gabungan Nilai S/M dari mata pelajaran
yang diujikan secara nasional dengan Nilai UN, dengan pembobotan 40% untuk
Nilai S/M dari mata pelajaran yang diujikan secara nasional dan 60% untuk Nilai
UN.
5. Pembulatan nilai
gabungan nilai S/M dan nilai rapor dinyatakan dalam bentuk dua desimal, apabila
desimal ketiga ≥ 5 maka dibulatkan ke atas.
6. Pembulatan nilai
akhir dinyatakan dalam bentuk satu desimal, apabila desimal kedua ≥ 5 maka
dibulatkan ke atas.
7. Peserta didik
dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata dari semua NA sebagaimana dimaksud
pada butir nomor 5 mencapai paling rendah 5,5 (lima koma lima) dan nilai setiap
mata pelajaran paling rendah 4,0 (empat koma nol).
Minggu, 03 Maret 2013
Sikap Positif Terhadap Konstitusi Negara
Indonesia adalah negara hukum yakni segala permasalahan yang terjadi dalam kehidupan bermsyarakat, berbangsa dan bernegara harus didsarkan pada hukum yang berlaku. Hukum yang merupakan aturan normatif bersumber dari konstitusi negara yakni UUD 1945. UUD 1945 sebagai landasan hukum penyelenggaraan negara Indonesia bersifat mengikat atau memaksa yang mempunyai fungsi membatasi kekuasaan pemerintahan sedemikian rupa agar tidak terjadi kesewenang-wenangan dan juga melindungi hak asasi manusia. Betapa pentingnya konstitusi negara, maka sudah sepantasnya dan seharusnya setiap warga negara memilki sikap positif terhadap konstitusi negara Republik Indonesia.
Bentuk skap positif terhadap konstitusi negara dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dalam masyarakat dalam lingkungan bangsa dan negara.
Beberapa contoh sikap positif terhadap konstitusi atara lain :
Sikap terbuka, yaitu menyatakan apa adanya berasarkan apa yang dilihat, didengar dirasakan dan dilakukan. Sikap transparansi seperti ini sangat penting untuk menghindari saling curiga yang akan berdampak pada kesalahfahaman.
Mampu mengatasi masalah, yaitu mampu dan mau mengatasi persoalan dengan bertanggung jawab serta bijak sana; mau dikritik dan mau membangun diri serta mampu menciptakan iklim dan suasana yang baik dalam menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Menyadari adanya perbedaan, sadar bahwa bangsa iIndonesia adalah bangsa yang multikultural, multi etnik dan bermacam ragam dalam adat dan kebiasaan. Perbedaan ini harus diterima sebagai suatu kekayaan. Kita harus mampu menemukan persamaan sehingga terwujud suatu kesatuan yang utuh sebagai bangsa besar.
Memiliki harapan yang realistis, artinya setiap warga negara sesuai dengan statusnta dapat berharap terpenuhinya hak-hak dan kewajiban. Kita mempunyai harapan untuk hidup makmur sejahtera sesuai dengan yang dicita-citakan bersama dan tertuang dalam UUD 1945, namun demikian harapan itu harus realistis karena adanya keterbatasan-keterbatasan.
Menghargai karya bangsa sendiri. Kita mestinya kita harus bangga dengan hasil karya bangsa sendiri. Bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang sanggup menghargai cipta, rasa dan karsa yang menghasilkan karya. Bagaimana kita akan dihargai oleh bangsa lain jika kita tidak mampu menghagai karya bangsanya sendiri ? Permenungan : Bagaimana penerapan sikap positif terhadap konstitusi negara Indonesia dalam kehidupan sehari-hari sebagai siswa ?
Bentuk skap positif terhadap konstitusi negara dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dalam masyarakat dalam lingkungan bangsa dan negara.
Beberapa contoh sikap positif terhadap konstitusi atara lain :
Sikap terbuka, yaitu menyatakan apa adanya berasarkan apa yang dilihat, didengar dirasakan dan dilakukan. Sikap transparansi seperti ini sangat penting untuk menghindari saling curiga yang akan berdampak pada kesalahfahaman.
Mampu mengatasi masalah, yaitu mampu dan mau mengatasi persoalan dengan bertanggung jawab serta bijak sana; mau dikritik dan mau membangun diri serta mampu menciptakan iklim dan suasana yang baik dalam menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Menyadari adanya perbedaan, sadar bahwa bangsa iIndonesia adalah bangsa yang multikultural, multi etnik dan bermacam ragam dalam adat dan kebiasaan. Perbedaan ini harus diterima sebagai suatu kekayaan. Kita harus mampu menemukan persamaan sehingga terwujud suatu kesatuan yang utuh sebagai bangsa besar.
Memiliki harapan yang realistis, artinya setiap warga negara sesuai dengan statusnta dapat berharap terpenuhinya hak-hak dan kewajiban. Kita mempunyai harapan untuk hidup makmur sejahtera sesuai dengan yang dicita-citakan bersama dan tertuang dalam UUD 1945, namun demikian harapan itu harus realistis karena adanya keterbatasan-keterbatasan.
Menghargai karya bangsa sendiri. Kita mestinya kita harus bangga dengan hasil karya bangsa sendiri. Bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang sanggup menghargai cipta, rasa dan karsa yang menghasilkan karya. Bagaimana kita akan dihargai oleh bangsa lain jika kita tidak mampu menghagai karya bangsanya sendiri ? Permenungan : Bagaimana penerapan sikap positif terhadap konstitusi negara Indonesia dalam kehidupan sehari-hari sebagai siswa ?
Rabu, 24 Oktober 2012
Senin, 15 Oktober 2012
SARJANA: TUGAS SOSIOLOGI
SARJANA: TUGAS SOSIOLOGI: Mata Pelajaran : Sisiologi Kelas XII Program IPS Materi : DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT INDONESIA wacana Sejara...
Rabu, 26 September 2012
TUGAS SOSIOLOGI
Mata Pelajaran :
Sisiologi
Kelas XII Program IPS
Materi : DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT INDONESIA
wacana
Sejarah mencatat
bahwa peradaban umat manusia berkembang terus dari tahap yang paling sederhana
menuju tahap yang semakin maju dan sempurna. Tidak ada satu masyarakat pun di
dunia ini yang berhenti tidak berubah, artinya semua mengalami perubahan terus
menerus baik secara linier maupun dengan pola siklus. Penemuan-penemuan baru,
perubahan alam, perkembangan penduduk, perang dan konflik-konflik social, pengaruh
budaya masyarakat lain menjadi faktor perubahan. Lambat dan cepatnya perubahan
masyarakat tergantung pada unsur-unsur masyarakat yang mendorong maupun
menghambat perubahan. Masyarakat yang masih sangat tradisional, masyarakat yang
tertutup, masyarakat yang sudah merasa mapan dengan adat dan kebudayaannya
sehingga selalu berprasangka terhadap hal-hal baru mereka pasti sulit berubah, sebaliknya
masyarakat yang terbuka terhadap pembaharuan, percaya pada ilmu pengetahuan,
berpikiran rasional berani terhadap tantangan , mereka adalah masyarakat yang
mudah berubah.
Perubahan masyarakat
Indonesia direncakan, terprogram melalui program-program Pembangunan Nasional
yang lakukan melalui modernisasi. Ada beberapa lembaga yang digunakan untuk saluran perubahan antara
lain organisasi keagama, organisasi pendidikan, organisasi politik, organisasi
ekonomi dan organisasi hukum. Modernisasi berarti merubah pola piker masyarakat
dari pola piker tradisional menjadi modern. Status sosial bukan lagi didasarkan
keturunan tetapi atas dasar prestasi kerja, hubungan kekeluargaan berubahan
menjadi hubungan kontrak, pikiran-pikiran yang berbau magis, cenderung menjadi
realistis dan rasional.
Dalam era modern
seperti sekarang yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, masyarakat mudah sekali mengakses informasi
dari manapun berasal melalui media cetak dan elektronik. Proses persebaran
informasi yang mendunia ini masyarakat menyebutnya dengan globalisasi. Dalam era
globalisasi informasi dunia seolah-olah transparan karena smua unsure baru
mudah dilihat, bahkan dilihat dari ruang tertutup sekalipun. Dalam ruang
tertutup orang dapat berkelana menelusuri dunia maya, semua yang dinginkan hampir
ada di dunia maya tersebut.
Dari uraian
tersebut di atas tersirat tiga hal yaitu pertama masyarakat ( termasuk Indonesia) terus berubah
dan perubahan itu keharusan jika masyarakat ingin maju. Kedua modernisasi
adalah proses yang dilalui masyarakat Indonesia untuk perubahan dan ketiga
dibarengi dengan proses globalisasi.
Fakta
Masyarakat Indonesia yang masih
dalam tahap peralian dan perkembangan dari masyarakat yang berkarakter
tradisional menuju masyarakat modern, tentu menghadapi resiko sebagai konsekuensi
logis dari perubahan. Bagi masyarakat yang dapat mengikuti perubahan mereka
mengalami penyesuaian dan tejadilah integrasi, tetapi sebagian masyarakat
kurang bahkan tidak mampu menyesuaikan diri maka terjadilah disintegrasi dan
disorganisasi. Dari latar belakang proses penyesuaian inilah perubahan sosial dapat
menimbulkan dampak baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. Dampak
positif antara lain terbentuknya nilai dan norma baru dalam masyarakat, sikap masyarakat
yang semula irasional menjadi rasional. Tingkat kehidupan masyarakat mengalami
peningkatan, yakni dapat dilihat dari system teknologi yang mempermudah
pekerjaan, meningkatkan efisiensi dan efektifitas, terciptanya lapangan kerja
baru. Masyarakat tidak lagi terkungkung dalam adat istiadat yang terkesan kuno.
Dengan perubahan pola pikir struktur masyarakat pun menjadi lebih terbuka.
Kegagalan masyarakat dalam
penyesuaian terhadap perubahan akan berdampak negatif, antara lain munculnya
krisis multidimensional yang meliputi ekonomi, moral, kepercayaan, krisis iman,
krisis bidang politik, munculnya konfik secara horizontal maupun vertikan,
disorganisasi nilai dan norma, gaya hidup yang kebarat-baratan, kesenjangan sokial
ekonomi, ketimpangan budaya (cultural lag), guncangan budaya (cultural shock),
merosotnya nilai gotong royong yang merupakan nilai luhur bangsa, kriminalitas,
masalah-masalah generasi muda.
Berkaitan dengan modernisasi dan
globalisasi, anak muda adalah golongan yang mudah menyesuaiakan tetapi mereka
belum memiliki basis moral yang kuat, maka ini merupakan titik rawan yang harus
diperhatikan baik oleh orang tua maupun para pendidik di sekolah. Terkait dengan
masalah anak muda yang terkena dampak langsung dari perubahan terwujud dalam
bentuk delinkuensi anak-anak, misalnya kebut-kebutan yang tergabung dalam cross
boy dan cross girl yang tidak disenangi oleh masyarakat. Perkelahian pelajar
(tawuran) yang juga meresahkan masyarakat dan sekolah. Dekadensi moral seperti
sex bebas, homoseksual dan sejenisnya. Semua permasalahan tersebut tidak lepas
dari pengaruh perubahan sosial dan budaya yang terlalu cepat di satu sisi dan
kurang siapnya masyarakat di sisi lain.
Apakah perubahan masyarakat melalui modernisasi dan arus globalisasi yang deras menimbulkan dampak dalam masyarakat?
Apa sajakah dampak dari perubahan tersebut ?
Adakah solusi untuk meminimalis munculnya dampak negatif yang tidak diinginkan ?
Apa sajakah dampak dari perubahan tersebut ?
Adakah solusi untuk meminimalis munculnya dampak negatif yang tidak diinginkan ?
Bagaimana cara mempertahankan jati diri bangsa dalam era modern dan globalisasi ?
Kerjakan dalam kelompok belajarmu
, masing-masing 5 orang ! berikan
komentar!
Selasa, 18 September 2012
TMT KELAS XII.IPS
TUGAS MANDIRI TERSTRUKTUR
RABU 19 SEPT.2012
MATA PELAJARAN : SOSIOLOGI
PENDAMPING : PAK AMBROS
HARI INI KALIAN BEKERJA MANDIRI DENGAN MENYELESAIKAN TUGAS UNTUK UJI KOMPETENSI 3 DAN MENCOBA SOAL LATIHAN ULANGAN HARIAN HALAMAN 16 -21 DAN SETELAH SELESAI DIPERIKSA UNTUK MENGETAHI HASILNYA.
MINGGU DEPAN DIPERSIAPKAN TOPIK TENTANG DAMPAK PERUBAHAN.
COBA KAMU LAKUKAN PENGAMATAN DI SEKITAR LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL ANDA DAN CATATLAH KALAU PERLU DIPOTRET .
RABU 19 SEPT.2012
MATA PELAJARAN : SOSIOLOGI
PENDAMPING : PAK AMBROS
HARI INI KALIAN BEKERJA MANDIRI DENGAN MENYELESAIKAN TUGAS UNTUK UJI KOMPETENSI 3 DAN MENCOBA SOAL LATIHAN ULANGAN HARIAN HALAMAN 16 -21 DAN SETELAH SELESAI DIPERIKSA UNTUK MENGETAHI HASILNYA.
MINGGU DEPAN DIPERSIAPKAN TOPIK TENTANG DAMPAK PERUBAHAN.
COBA KAMU LAKUKAN PENGAMATAN DI SEKITAR LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL ANDA DAN CATATLAH KALAU PERLU DIPOTRET .
Langganan:
Postingan (Atom)